5 Mitos Unik Saat Berkendara

Tidak semua orang percaya dengan adanya mitos, namun tak sedikit juga orang percaya terhadap mitos. Salah satu mitos yang kami bahas saat ini adalah, Mitos dalam berkendara. Tahu tidak, mitos apa saja yang berkembang luas di Indonesia, mari kita bahas bersama.





1. Menabrak Kucing

Mitos yang sudah sangat tidak asing di telinga kita adalah, Jika kita menabrak kucing hingga mati, kita harus segera menguburkan kucing itu dengan kain putih atau degan baju kita. Jika tidak maka kita akan dihantui oleh kesialan berkepanjangan.

2. Membawa Arem-arem atau Lemper Saat Perjalanan

Beberapa provinsi di Indonesia percaya, jika kita membawa arem-arem atau lemper ketika perjalanan jauh, kita akan diikuti oleh mahluk gaib. Jika kita membawa arem-arem atau lemper di mobil, mobil pasti akan sering terjadi masalah, seperti terasa berat, melihat bayangan yang lewat-lewat di daerah yang sepi, mencium bau-bau yang anyir, atau terasa seperti menabrak hewan, namun tidak ditemukan mayatnya. Namun jika kita membuang semua arem-arem atau lemper itu, maka perjalanan akan kembali normal.

3. Menendang Ban

Mitos ini beredar di beberapa daerah di Indonesia. Masyarakat percaya bahwa jika kita menendang ban seseorang yang akan melakukan perjalanan jauh, maka dia akan terkena musibah. Entah itu musibah kecil seperti mogok, bocor, kempes dan lainnya atau mungkin bisa terjadi kecelakaan.

4. Berteduh Ketika Hujan

Jika kita sedang berkendara menggunakan sepeda motor, lalu tiba-tiba turun hujan. Dibenak kita pasti akan berfikir untuk segera berteduh, tapi ketika kita telah dapat tempat berteduh, tiba-tiba hujan reda. Begitu juga dengan seterusnya ketika melanjutkan perjalanan hujan kembali turun. Mitos ini memang sangat unik, karena menurut kita pasti itu hanya suatu kebetulan belaka, namun beberapa orang menganggap ini sebagai mitos kesialan ketika berkendara atau tidak direstui perjalanannya.

5. Lampu Merah

Ketika kita sedang melakukan perjalan namun, diperjalanan kita menghadapi lampu merah berkelanjutan. Maka kita akan menghadapi lampu merah lagi secara beruntun. Mitos ini terbilang aneh karena, mungkin yang menyebarkan mitos ini adalah penduduk yang tinggal di kota metropolitan, yang memiliki banyak persimpangan. Bagaimana jika yang tinggal di desa? Apakah tiba tiba ada lampu merah di perempatan.



Ini adalah mitos yang beredar dikalangan masyarakat yang berbeda-beda wilayah di Indonesia. Namun sebagai manusia kita boleh percaya atau tidak percaya, yang terpenting kita membaca doa sebelum melakukan perjalanan. Jika kita ingin selamat dalam perjalanan kita harus mendekatkan diri kepada yang memberikan keselamatan Allah SWT.

Posting Komentar

0 Komentar